Home BERITA UTAMAKEPRIKARIMUN Kebakaran Medilab Karimun Berasal dari Meteran Listrik

Kebakaran Medilab Karimun Berasal dari Meteran Listrik

by U & A.com
0 comment

KARIMUN (U&A.com) – Penyebab kebakaran di klinik Medilab yang
beralamat di Jl. RH FisabilillahRT/RW: 003/004 Desa Pangke, Kecamatan Meral Tj Balai Karimun Provinsi Kepri, Indonesia, Jumat (4/3/2022), berasal dari meteran listrik.

Hal itu disampaikan Erny Girsang Manager Operasional Klinik Medilab Karimun dalam keterangan resminya melalui akun Facebook klinik Medilab, beberapa saat usai insiden kebakaran.

“Selamat siang dan salam hormat, Seperti di ketahui bersama, bahwa siang ini terjadi kebakaran di Klinik Medilab. Sumber api berasal dari meteran listrik yg berada di teras klinik, api dengan cepat melahap dinding teras serta atap teras,” jelas Erny Girsang.

Disampaikannya, berkat puji syukur kepada Allah SWT dan dengan bantuan masyarakat sekitar, mobil pemadam api dari PT saipem indonesia dan mobil pemadam pemerintah. Insiden tersebut dengan segera dapat teratasi. Dan tidak ada korban luka dan jiwa dalam insiden tersebut. Semua karyawan dalam keadaan baik dan aman.

“Kondisi klinik bagian dalam semua aman dan tidak terpengaruh dari api dan kerusakan hanya terjadi pada teras luar dimana tempat meteran terbakar,” ujar Erny Girsang

Ia juga menyampaikan, ntuk semua pelanggan klinik Medilab Karimun, Di infokan bahwa tidak ada masalah dengan proses di klinik. Semua sampel laboratorium untuk pemeriksaan hari ini sudah kami kirim ke Klinik Medilab batam. Hasil pemeriksaan akan sesuai jadwal.

Selanjut nya untuk pelayanan pasien Medical check up sedang diproses pindahkan ke gedung baru, sehingga para tamu yang ingin medical check up, tetap layani sebagaimana biasa nya

Dapat diketahui pada gedung utama terdapat beberapa gangguan seperti sistem listrik, sistem jaringan internet dan sistem jaringan data dan sedang diperbaiki.

“Kami harapkan sistem yg terganggu bisa dapat segera diperbaiki malam ini.
Sedangkan untuk proses perbaikan fisik teras yang terbakar akan butuh beberapa hari,” jelasnya.

“Informasi untuk bapak ibu akan kami update kembali. Mohon doa nya agar semua dapat berjalan sebagaimana mestinya. Demikian informasi dari kami untuk saat ini,” ujar Erny Girsang.

Seperti diketahui kebakaran hebat melanda klinik Medilab yang
beralamat di Jl. RH FisabilillahRT/RW: 003/004 Desa Pangke, Kecamatan Meral Tj Balai Karimun Provinsi Kepri, Indonesia, Jumat (4/3/2022).

Kebakaran pertama diketahui dari sekitar pukul 12.30.

Dari informasi yang didapat di TKP menyebutkan api secara tiba-tiba terlihat membesar dan secara cepat asap sudah memenuhi semua ruangan.

Terjadi langsung kepanikan dan terlihat beberapa orang berusaha keluar lari menyelamatkan diri.

Percikan api listrik terlihat jelas dari luar sementara beberapa orang juga terlihat panik dan berusaha memadamkan api.

Klinik Medilab didirikan pada tahun 2002 sebagai pusat kesehatan kerja pertama di Batam. Selama 15 tahun beroperasi, Klinik Medilab telah menunjukkan keahlian sebagai pusat pemeriksaan kesehatan tenaga kerja.

Pada tahun 2013, Klinik Medilab membuka cabang pelayanan di Tanjung Balai Karimun.

Adapun pelayanan yang diberikan oleh Klinik Medilab diantaranya : Pemeriksaan Kesehatan Awal, Periodik, Spesifik dan Pemantauan Biologis. Pemeriksaan Kesehatan untuk pelaut.

Pemeriksaan Kesehatan untuk Offshore. Pemeriksaan Kesehatan untuk Pekerja NDT. Pelayanan Kesehatan Industri (In-house clinic). Pelayanan Kesehatan Publik.

Klinik Medilab Karimun sendiri milik dari dr Yusrizal Ketua DPD Partai Nasdek Kabupaten Karimun beralamat di Jl. RH FisabilillahRT/RW: 003/004 Desa Pangke, Kecamatan Meral Tj Balai Karimun, Indonesia
No hp 082391076669. (hj)

You may also like

PT USAHADANA MEDIA MANDIRI
U&A.com, adalah salah satu media siber berjaringan nasional dan internasional dengan mengusung konsep kami hadir untuk mengabarkan. Kami berusaha memadukan kecanggihan teknologi digital dengan berita secara cepat dan praktis. Namun, bagi U&A.com kecepatan bukan segalanya. “Get it first, but first get it right” adalah adagium jurnalistik lama yang masih kami pegang teguh. lebih lanjut

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy