Home BERITA UTAMAKEPRIKARIMUN Pembebasan Lahan Pengembangan Bandara RHA Butuh Rp 80 Miliar

Pembebasan Lahan Pengembangan Bandara RHA Butuh Rp 80 Miliar

by U & A.com
0 comment

Bupati Karimun Aunur Rafiq bersama Menteri Perhubungan Budi Karya dalam kunjungan kerja ke Karimun beberapa waktu lalu

KARIMUN (U&A.com) – Bupati Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri Dr H Aunur Rafiq menyampaikan dibutuhkan hampir Rp 80 miliar untuk kegiatan pembebasan lahan pengembangan Bandar Udara Sei Bati atau Bandar Udara Raja Haji Abdullah (RHA), yang terletak di Desa Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Indonesia yang ditargetkan rampung 2024 nanti.

“ Pengembangan bandara RHA tetap akan dilanjutkan di 2022 sampai target selesai di 2024. Salah satu point penting hasil pertemuan kami mendampingi bapak Gubenur Kepri menemui bapak Menteri Perhubungan, adalah 2022 kita diminta segera menyelesaikan soal pembebasan lahan,” ujar Aunur Rafiq di ruang kerjanya, Senin (30/8/2021).

Ia menjelaskan, dalam pertemuan menemui Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di kantornya, Jakarta, Selasa (24/8/2021) lalu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan progres sementara terkait pengembangan bandara RHA.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memimpin rapat pengembangan bandara RHA bersama Bupati Karimun Aunur Rafiq di rumah dinas Bupati Karimun beberapa waktu lalu

“Untuk progres 2022 nanti, Pemprov Kepri bersama Pemkab Karimun akan meng anggarkan untuk pembebasan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah secara bertahap. Kalau ikut semuanya mau hampir Rp 80 milyar yang disiapkan untuk pembebasan setelah kita hitung,” ujar Aunur Rafiq.

Dijelaskannya, soal pembebasan lahan kalau secara aturan adalah tanggung jawab dari Provinsi Kepri namun karena kondisi saat ini, maka akan sharing dengan Pemkab Karimun

“Cuma saya sampaikan ke Pak Gubernur tak mungkin kita bebaskan secara keseluruhan. Yang penting dulu lah dibebaskan, maka di APBD murni 2022 nanti misal Provinsi Kepri meng anggarkan Rp 20 miliar kita juga anggarkan Rp 20 miliar. Akan kita lakukan bertahap sampai 2024 nanti,” jelas Aunur Rafiq.

Photo bandara RHA dari udara

Rafiq menjelaskan, Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun saat ini mempunyai panjang runway 1400 x 30 meter, apron 73,5 Mx 40 M dan taxiway 75 Mx15 M, yang melayani penerbangan perintis.

“Terkait pengembangan RHA akan dilakukan perpanjangan runway hingga 2.200 x 45 meter agar dapat didarati pesawat yang lebih besar seperti Boeing 737. Untuk pengembangan tahap pertama, ditargetkan selesai pada akhir tahun 2022 dengan panjang runway 1600 meter.

Selain runway, pengembangan juga akan dilakukan diantaranya di fasilitas di sisi udara meliputi: Pembuatan Turning Area dan Marking, lanjutan pembuatan drainase sisi udara dan di sisi darat meliputi perluasan dan penataan lanscape parkir terminal dan penambahan fasilitas penunjang pelayanan bandara udara lainnya.

“Pak Menteri Perhubungan Budi Karya menargetkan 2024 pengembangan bandara RHA bisa selesai sesuai rencana. Beliau menyampaikan pengembangan bandara dan pelabuhan di Tanjung Balai Karimun ini sesuai dengan visi misi Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembangunan di daerah terluar, terpencil, tertinggal dan perbatasan (3TP) untuk meningkatkan daya saing dan perekonomian di pulau terluar,” ujar Aunur Rafiq. (hj)

 

You may also like

PT USAHADANA MEDIA MANDIRI
U&A.com, adalah salah satu media siber berjaringan nasional dan internasional dengan mengusung konsep kami hadir untuk mengabarkan. Kami berusaha memadukan kecanggihan teknologi digital dengan berita secara cepat dan praktis. Namun, bagi U&A.com kecepatan bukan segalanya. “Get it first, but first get it right” adalah adagium jurnalistik lama yang masih kami pegang teguh. lebih lanjut

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy